Senin, 11 Mei 2015

Marche Plaza Senayan



Buat AGJ alias Anak Gaul Jakarta, nih, gue kasih tau tempat asik buat nongkrong, namanya Marche. Marche itu sebuah restoran yang mengambil  tema peternakan dan pasar tradisional di Switzerland. Nah, buat kalian yang punya hobi kongkow atau cuma mau menyendiri tanpa gangguan, Marche tempat yang pas buat ngabisin waktu. Elu nggak akan diganggu sama petugas yang pura-pura beberes padahal maksudnya ngusir. Pokoknya feels free banget!

The Trijeunketiers
 Akhir Maret lalu gue sama teman gue ceritanya ke Marche di Plaza Senayan. Kesan pertama yang gue dapat begitu sampai di depan pintu masuk adalah rasa friendly. Ada petugas dari Marche, perempuan, *sayang gue nggak tanya namanya* dengan baik menyapa dan memberikan kita card order. Dia juga  mengingatkan kita agar nggak ngilangin card oerder-nya. Lalu kesan ke dua gue di Marche Plaza Senayan ini adalah tempatnya yang cozy, hah, nyaman.

Gue memutuskan untuk duduk di tempat yang agak kedalam supaya nggak terlalu bising. Ornament-ornament yang unik, di dinding terpasang panic-panci, piring dan gelas serta foto-foto sapi. Di bangku panjang juga disediakan bantal-bantal kecil untuk santai, homey-lah pokoknya.

Aaakh.. di intip sapi!



Berasa jadi keluarga sapi :D



Lampunya lucu bentuk sapi. terbuat dari kayu

Sambil nunggu Friska datang, Aryo ngajak order makanan ringan dulu. Oh iya, di sini sistemnya self service, jadilah si Aryo yang keliling cari minum dan makanan pengganjal perut, sedangkan gue yang jaga kandang, takut sapi-sapi gue ada yang ngembat hehehe. Nah, kalau kita order, nanti di card order-nya di cap tuh, sama pramusajinya.

Nggak lama Aryo ngebawa 2 gelas orange juice, dan sepotong cake Tiramisu. Menurut gue, Orange juice-nya mantap! Asli dari perasan jeruk, bukan dari sirup, bulir-bulir jeruknya banyak, rasanya asam manis dan seger banget kalau disuguhin pakai es. Cake Tiramisu di Marche, gue bilang Tiramisu yang terenak yang pernah gue makan. Manisnya pas, dan nggak bikin eneg. Ukuran potongannya juga besar, jadi jangan makan sendirian, nanti yang ada perut kalian kenyang duluan sebelum makan yang lain.

Tiramitsu yang laziz


Fresh Orange Juice


Setelah teman gue, Friska, datang, akhirnya kita putusin pesan pizza Marche. Jangan samain pizza di Marche dengan pizza hut atau manapun. Pizza Marche memiliki roti yang tipis, sehingga terasa “kriuk” jika digigit. Sejujurnya gue lebih suka Pizza-nya Pizza Hut, rasanya lebih enak dan rotinya lebih tebal. Bedanya di Marche untuk toppingnya bisa setengah-setengah, maksudnya setengah pakai keju, setengahnya lagi nggak.

Pizza - Marche


Perut Kenyang, ngobrol seru juga sudah, waktunya lihat bill, tarraaaa! Kita harus bayar Rp 300.000 ++ untuk:
3 gelas Orange Juice
1 potong medium Tiramitsu cake
1 loyang besar Pizza dengan tambahan topping

Agak mahal sih, tapi worth it dengan kepuasannya. Makanannya enak-enak, suasananya nyaman dan kita nggak dikejar-kejar orang yang waiting list. Gue in jam 12.00, out jam 16.00 dan nggak pake diusir-usir atau disindir-sindir suruh buruan, hehehe. Adakan tempat makan yang begitu?

Nah, sekarang gue kasih tips makan di Marche.

  1.  Pilihlah tanggal muda kalau elu mau makan di sana, jadi dompet elu pun juga leluasa dan nggak perlu panik lihat angka di bill
  2. Kalau elu nongkrong bareng, porsi makanan di Marche itu lumayan besar menurut gue, jadi mendingan pesan makanan yang bisa dimakan bareng-bareng. Daripada pesan satu porsi dan ujung-ujungnya nggak habis, kan mubadzir.
  3. Pilih makanan yang sekiranya bisa dibawa pulang
  4. Jagalah card order anda, karena kalau hilang bisa didenda Rp 1.000.000. Walaupun uang tersebut akan diamalkan, tapi ya, tetap saja ngeluarin duit segabrek gitu, ya, kalau ada, duit-nya hehehe.
Tuh, denda 1 Juta! kalau hilang





Gimana mau coba makan di Marche?


Selingan cerita:
Waktu nunggu Aryo, ceritanya gue melakukan kewajiban di toilet di Senayan city, setelah selesai gue main keluar dan nggak ngecek barang-barang gue lagi (teledor banget gue!), dan gue baru sadar HP gue ketinggalan di toilet Senayan city tapi pas gue sudah sampai di Marche Plaza senayan. Just FYI Senayan city dan Plaza senayan emang cuma sebrang-sebrangan tapi kalau jalan kaki dari toilet Senayan City ke Marche Plaza Senayan yg di lt. 5 adalah  2km jaraknya. Untungnya HP gue disimpan sama security-nya (Alhamdulillah masih ada orang jujur di Jakarta) Alhasil gue harus melakukan perjalanan Marche plaza senayan – Senayan City, Senayan city- Marche Plaza Senayan untuk menjemput HP gue.

Selasa, 21 April 2015

Takdir Tidak Mau Tahu


Ia jatuhkan tubuhnya yang kekar di atas tubuhku, nafasnya menderu menandakan dia mencapai klimaks dan puas dengan pemainan cinta yang baru saja kami lakukan. Lalu dia mengangkat tubuhku dan memelukku dengan erat sambil mengucapkan I love you, darl.
 
Mukaku memerah, kupandangi wajahnya dengan teliti. Pria tampan ini adalah Mas Adam, suamiku, seorang Co. Pilot di salah satu airlines ternama di Jakarta. Kami baru saja menikah, dan betapa bahagianya aku memiliki seorang pendamping hidup seperti Mas Adam.

Senin, 06 April 2015

Begal-begalan


Sepasang muda mudi sebut saja namanya Bunga dan Anton, mereka menikmati malam di kawasan Kebun Raya Bogor. Langit malam yang cerah, bulan purnama pun sedang terang-terangnya, dan udara dingin melengkapi malam dua sejoli yang sedang dimabuk cinta itu. Bunga memeluk erat pinggang Anton di atas kuda besinya, Anton membalas dengan menggenggam erat tangan Bunga. 

Namun bukan cuma mereka berdua yang menikmati malam itu, tapi cacing-cacing di perut Anton ikutan caper, mereka kompak ambil suara untuk mengingatkan Anton bahwa sudah waktunya mereka makan. Saking kencangnya paduan suara cacing-cacing itu, hingga mengeluarkan getar yang kencang di perut Anton. Bunga kaget, sambil mengendurkan pelukannya.

Ebuset, yang, perut kamu ada fasilitas getarnya, ya, sekarang?” 

“Aku laper, yang”

Mereka ketawa bareng, seiring Anton membelokan motornya ke sebuah rumah makan pinggir jalan.

Selasa, 31 Maret 2015

Booming #Instagraminhand

Hari ini gue buka Sosial Media tau-tau banyak yang nge-share foto tangan seakan sedang menggenggam akun Instagram. ternyata namanya #Instagraminhand.

Lalu supaya gue ikut kekinian, gue tergelitik buat bikin juga, toh nggak butuh waktu lama buat bikin itu.

Nah, sebelum mulai kita kudu nyiapin :
1. HP smartphone
2. Aplikasi picarts, yang bisa kamu unduh melalui play store di android (kebetulan HP gue android)
3. Foto selfie tangan seperti lagi menggenggam sesuatu
4. Screen Shoot tampilan Instagram

Senin, 16 Maret 2015

Ketipu




3 pemuda membuka harinya dengan menyeruput kopi panas, dan mengunyah pisang goreng di warung kopi dekat kosan Putri. Mereka demen banget nongkrong di sana pagi-pagi, karena banyak cewek yang bakalan wara-wiri.  

Bro, bro.” panggil Jopi nyolek pundak 2 rekannya

“Suit.. suit!” Juki dan 2 orang sobatnya kompak memonyongkan bibir, ketika ada cewek sexy, menggunakan rok mini merah lewat di depan mereka.

Anjrit, Dian Sastro lewat, cuy! Semok beudh..” ucap Juki menggebu

Bro, bro, yang itu, tuh, beugh.. dadanya men.. montok! Jadi pengen diboboin” mata Gabuk beralih ke cewek lain yang lewat.

“Huh, beleguk sia, ih!” Jopi menoyor kepala Gabuk

Nape lu? Sorry bro, orang ganteng, mah, bebas!” Ledek Gabuk

Adalah Juki (Junar Haki), Jopi (Harjo Setapi), dan Gabuk (Topo). Tiga serangkai yang duduk di Semseter akhir universitas ternama di Indonesia. Mereka bertiga seperti ditakdirkan selalu bersama sedari kecil. SD sekolah bareng, SMP bareng juga, SMA sekelas, Kuliah samaan, makan bareng, tidur bareng, cuma mandi aja yang nggak bareng. Mereka menyebut diri mereka dengan The Three Mas-mas getir!

Jopi, punya hobi ngupil dan nyiumin kotoran kaki. Gabuk, nggak bisa lihat cewek bahenol dikit, bawaannya langsung pengen nyosor. Sedangkan Juki, jadi bokepers alias pecinta film bokep.

Men, Putri, men” Jopi menepuk pundak Juki.

Juki buru-buru ngejar dan menjajarkan langkahnya dengan Putri

“Sore banget Put pulangnya? Bang Juki nungguin dari tadi” ucap Juki sambil membelai rambut Putri

“Iya, bang. Tadi dapet tugas dari dosen. Abang jadi mampir kekosan Putri?

“Jadi dong, sayang. Masa udah nunggu sampe bejamur nggak jadi mampir. Yuk, ah!”

Yo-ma-bro! Gue cabut, ya! Pacaran dulu biar kayak orang bener” Pamit Juki ke sohibnya, sambil merangkul pundak Putri dan berlalu

Bro! Jangan lupa pake pengaman, ye! Hahaha..” Teriak Gabuk.

Putri mahasiswi semester 6, tinggi, langsing, kulitnya putih. Ia mempunyai suara yang lembut, sehingga membuat siapa saja nyaman berada di sampingnya. Itulah yang membuat Juki jatuh cinta dan telah menjalin hubungan dengan Putri seminggu ini. Tapi karena kesibukannya, Juki jarang ketemu sama Putri, dan khusus hari ini, Juki bela-belain supaya bisa kangen-kangenan sama Putri.

Di kamar kosnya, Putri pamit  ke Juki untuk mandi. “Bang Juki, Putri tinggal mandi dulu, ya.”

“Iya cantik, jangan lama-lama mandinya, nanti abang keburu kangen” ledek Juki sambil meluk Putri dengan erat.

Saat Putri mandi, Juki mulai iseng ngegratakin isi kamar Putri. Dia buka lemari bajunya dan melihat koleksi baju putri. Tangannya mulai menjalar ke sisi lain, ternyata bagian ini adalah tempat putri menyimpan pakaian dalamnya. Mata juki berbinar, napasnya menderu, sambil memegang satu persatu pakaian dalam milik Putri. 

“Ah, Putri pasti sexy kalau cuma pakai G-string merah ini” ucap Juki sembari menciumi G-string merah itu. Bayang-bayang putri berG-string merah mulai menari-nari di otak Juki. 

Sesaat lamunan Juki buyar ketika matanya melirik sebuah buku berwarna pink. Rasa penasaran yang besar membuat Juki kepo, dan membaca buku diary milik Putri. 

Masa laluku kelam, aku seperti terperangkap di dimensi yang berbeda. Aku dihardik, dunia menolak bahkan orangtuaku sendiri. Apa salahku, Tuhan?
Mengapa Engkau menciptakan aku sebagai laki-laki, tapi mempunyai naluri wanita?
Apa salahku, Tuhan?

Juki, nggak berani baca lanjutannya. Namun yang lebih membuat Juki kaget, saat ia membuka lembar berikutnya. Di sana tertempel foto laki-laki berbadan kurus, rambutnya panjang, dan berkulit putih, mirip sekali dengan Putri. 

Masa lalu putri adalah kamu, semoga kamu mau menjadi Putri yang sekarang

Juki kaget. “Jadi tadi gue meluk batangan??? Ohh.. Tidaaaakk!!!” teriak Juki sambil ngacir, ninggalin kamar Putri yang berantakan.

Di pangkalan tempat mereka nongkrong, Jopi dan Gabuk kebingungan ngeliat Juki lari pontang-panting.

“Woy Bro! Mau kemane buru-buru amat? Mau beli pengaman, ye?” Tanya Jopi

“Kagak Bro, gue abis liat embahnya demit!” Teriak Juki sambil terus berlari meninggalkan sohib-sohibnya yang masih kebingungan.

Sumber Foto: kurangcermat.blogspot.com